Saturday, August 13, 2011

FF " My Lovely Ghost " Chap 2

Posted by Kiri_Chan at 11:51 AM

Cast :
Me as Choi Eun ri
My sist as Choi Eun Hee
Kim Jaejoong as Kim Jaejoong
Kim Junsu as Jaejoong's dongsaeng

Selamat membaca semuanya, mohon dikomen ya...>.<


Ah, akhirnya aku pulang juga, aku segera berlari kekamarku, dan…
Kau tahu, aku  melihat seorang namja sedang duduk ditempat tidurku, sambil memandang kearah luar jendela.
Astaga, siapa dia?
“ Neo, nuguseyo?”
Kulihat namja itu kaget melihatku yang berada dibelakangnya dan menyapanya.
“ A, ne. annyeong. Jeo neun Jeong kim jaejoong imnida.”
“ Sedang apa kau berada dikamarku? Seenaknya saja masuk kekamar orang lain sembarangan.”
“ Mianhamnida. Aku tidak bermaksud. Aku hanya merasa bosan dikamar, saat melihat kerumah samping, aku menemukan kamarku tidak terkunci. Aku hanya ingin membaca komik-komikmu saja.”
“ Mwo? Ya! Tetap saja kau salah. Dan kau bilang kamar ini tidak terkunci?” dengan segera aku melihat keadaan kunci kamarku. Aigoo, kamarku benar-benar tidak terkunci.
“ Hmmm… Kau dari rumah sebelah? Kau melompat kekamarku ini?”
“ Ne, tidak terlalu jauhkan? Lagian kakiku ini panjang.” Cih, dia malah menyombongkan diri.
“ Lain kali kalau main, lewat pintu depan. Aku belum mengenalmu, jadi tidak sopan bertamu kekamar orang dengan diam-diam. Kalau kau mau jahat bagaimana? Bisa sial nasibku.”
“Hahahaha… Tenang saja, aku tidak jahat. Keluargaku baru disini, jadi aku masih canggung dengan orang sekitar. Dan kebetulan kamarmu menarik hatiku.” Jaejoong hanya tersenyum menjelaskan semuanya.
Omo, benar-benar cute. Dadaku sekarang mulai berdebar-debar.
Aku berusaha menenangkan diriku.
“ Namamu siapa? Sekali lagi mianhae kalau kau tidak suka dengan kelancanganku ini.” Jaejoong siap-siap akan keluar dari kamarku.
“ Anio, it’s ok. Jeo neun choi eun ri imnida. Aku harap kita bisa ngobrol lagi. Hehehehe…” Ya, eun ri babbo ya! Kenapa malah menawarkan lagi.
“ Ok, aku akan main-main ke kamarmu lagi. Annyeong.” Jaejoong segera keluar dari kamarku. Aku mengejarnya, tapi hasilnya nihil. Cepat sekali dia itu. Hantu apa manusia sih, masa baru beberapa detik saja sudah hilang.

-------------------------------------------------------------
Hampir setiap hari jaejoong datang kekamarku, dan aku pun tidak pernah mengunci kamarku. Aku menjadi selalu berharap dengan kedatangannya.
“ Jaejoong ah… Kau tidak dicari oleh keluargamu? Dan kau tidak kuliah? Sepertinya kau lebih tua dariku.”
“ Ani, aku sudah besar, buat apa dicariin? Aku sedang libur kuliah. Dan ya, aku memang lebih tua darimu, mungkin 2 tahun, jadi panggil aku dengan oppa. Ok.”
Hah, nyantai sekali dia, tidak seperti aku yang harus selalu ijin ke orang tuaku kalau ingin kemana-mana. Apa orang tua nya sibuk bekerja ya? Padahal sudah hamper dua minggu dia selalu kekamarku.
“ Wuah, enak sekali kau oppa, sedangkan aku harus selalu ijin walau pun hanya untuk kewarung saja.”
“ Hahahaha… Wajar saja, kamu itu kan yeoja, sedangkan aku namja. Lagian tidak jadi masalah kok aku kemanapun sekarang, karena orang tuaku tidak akan tahu.” Wajah jaejoong oppa terlihat sedih. Apa dia memiliki masalah dengan orang tuanya?
“ Oppa, kenapa setiap kali kamu pergi dengan cepatnya kamu menghilang? Kamu manusiakan oppa? Bukan hantu.” Akhirnya aku menanyakannya juga. Kebingunganku yang selama ini tentang dirinya yang dengan cepat menghilang tiba-tiba.
“ Hahahaha… Kamu aneh-aneh saja. Tapi, kalau aku bilang aku hantu, apa kau percaya?”
“ Masa hantu muncul siang-siang juga oppa. Memangnya kau casper? Hihihi…”
Jaejoong oppa hanya tertawa mendengar ucapanku. Seperti ini lah tingkah kami. Setiap hari sealu bercanda dan membaca komik dirak komikku.
---------------------------------------------------------
Sudah sebulan lebih semuanya berlalu, tapi kenapa beberapa ini jaejoong oppa tidak datang-datang?
Oppa, kemana kamu? Aku kangen…
Aku memutuskan untuk mengunjungi rumahnya, dan berharap dapat bertemu dengannya.

Ting tong… ting tong…
“ Annyeong ahjuma.”
“ Ne, annyeong. Nuguseyo?” Tanya ahjumma itu bingung. Aku rasa dia ommanya jaejoong oppa.
“ Saya ingin bertemu dengan jaejoong oppa omma.  Sudah beberapa hari ini aku tidak melihatnya. Bisakan aku bertemu dengannya?”
Aku melihat muka ahjumma itu sangat kebingungan.
“ Maaf, sepertinya kau salah nak. Jaejoong sudah dua bulan ini tidak berada dirumah.”
“ Mwo? Tapi sudah sebulan terakhir ini aku bermain dengannya ahjuma. Aku mohon, panggilkan dia.”
“ Tapi saya tidak bohong. Kau kembalilah kapan-kapan, disaat jaejoong kembali.” Dengan segera ahjumma menutup pintunya. Sekilas kulihat muka ahjumma sangat sedih.
Ada apa sebenarnya? Kenapa dia bilang oppa tidak ada dirumah?


Hah, aku tidak bisa tidur lagi, sudah jam 2.30 pagi.
Tok… Tok… Tok…
Aigoo, siapa yang mengetuk-ngetuk pintuku?
Aku hanya menelan ludah saja. Aku benar-benar tidak benrani menengok kearah pintu berandaku. Aku mematung sejenak.
Kraaakkk…
Pintuku dibuka oleh seseorang, aku mulai bergetar karena takut.
Aku mulai menunduk…
‘Aaaaa…’ teriakku dalam hati saat ada sebuah tangan melingkar dileherku.

Aku memberanikan diri menengok kebelakang.

“ Wae? Kau ketakutan eun ri ah??? Hahahaha…”
Aku melihat jaejoong oppa sedang tertawa terhak-bahak.
Aish, dia ini, kenapa mencoba menakuti ku begini?
“ Ya! Oppa! Kau, kenapa malam-malam kekamarku? Kau membuatku takut. Kalau aku mati karena serangan jantung bagaimana???” aku terus marah-marah kepadanya.
“ Tenang eun ri ah, aku hanya kangen padamu. Maaf kalau aku datang malam hari begini. Kemarin aku sibuk.”
Deg, dadaku mulai berdetak kencang saat mendengar kata kangen keluar dari mulutnya.
Aku merasa kalau saat ini wajahku sudah memerah.
“ Oppa, kau kemarin kemana saja? Aku datang kerumahmu, dan ommamu bilang kalau kan tidak ada dirumah selama dua bulan ini. Kenapa dia berbohong?”
“Ah, sudahlah lupakan saja omongan omma. Hehehe… Apa kau merindukanku?”
“ Ya, oppa, berhentilah bercanda. Aku tidak rindu padamu. Memangnnya kau siapa? Wekks.” Aku membohonginnya. Sebenarnya aku sangat merindukannya. Aku sangat merindukanmu oppa.
Tiba-tiba jaejoong oppa menarik wajahku mendekati wajahnya.
Aku tersentak kaget, kurasakan bibirnya menyentuh lembut bibirku.
Dia menciumku, tapi kenapa terasa dingin? Begitu dingin.
“ Eun ri ah, mungkin aku tidak akan kesini lagi. Dan mungkin kau tidak akan melihatku lagi, entah untuk waktu yang singkat atau pun selamanya.” Dia melepaskan ciumannya dan berbicara dengan kacau.
“ Oppa, waeyo? Kau mau pergi? Oppa, jangan pergi, aku mohon.” Tanpa sadar air mataku mengalir begitu saja.
“ Eun ri ah, uljima. Saranghae eun ri ah. Tapi aku harus pergi. Mianhae.” Dia menciumku lagi. Dan dia menghilang.
“ Oppa, jangan oppa. Oppa…” aku terus menangis sambil memanggilnya.


To Be Continue...


0 comments:

Post a Comment

 

~ Kiri's Life ~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea