Friday, July 22, 2011

FF "Please, Dont Leave Me Alone part 11-end"

Posted by Kiri_Chan at 8:42 AM

Main Cast : - Cho Kyuhyun
- Choi Eun ri
- Lee Donghae
- Choi Siwon
- Ri Rin
- Yuri

Genre : Romantic

Aku terus berjalan menuju stasiun.
Tapi dadaku semakin sakit.
10mmenit lagi aku akan tiba distasiun, tapi aku sudah merasa ga kuat.
Keringat mulai jatuh dari wajahku.

Pandanganku pun mengabur, aku tidak kuat lagi.
Tuhan, biarkanlah aku bertahan…
Dan…                                                                                   

~EUN RI END POV~

Aku sudah tiba disini dari 10 menit yang lalu, tapi eun ri belum muncul jua.
Aku ingin menghubunginya, dan aku segera membatalkannya, karena aku tahu, dia telah mematikan hpnya.
Aku jadi khawatir.

Aku percaya dia baik-baik saja.

Setengah jam berlalu…
Aku semakin khawatir sama dia.

“Oppa, mianhae. Aku sangat-sangat telat. Tadi omma menyuruhku sarapan dulu, padahal dia tahu aku akan telat”
Eun ri berlari kearahku sambil mengucapkan kata-kata itu.
Ah, syukurlah dia tidak apa-apa.

“Dasar kau ini ratu telat. Tapi ga papa sh, yang penting kau baik-baik saja.”

“Oppa, kau meikirkan apa sih? Aku pasti baik-baik saja lah. Hehehe…” Eun ri menjawabku dengan terenyum lebar.

Tapi aku melihat wajahnya sedikit pucat. Apa dia kurang enak badan ya?
Eun ri tetap tersenyum seperti biasanya.
Aku mengambil tindakan yang tepat untuk mengajaknya pergi, karena itu membuatnya sangat bahagia.

“Kajja, kita berangkat sekarang.” Ajakku.
“OK oppa. Lets go!”

Aku dan eun ri segera menghampiri motorku, dan kami segera berangkat.


- lokasi cotage –
Akhirnya kami sampai juga di lokasi.
Ah, udara yang sangat sejuk.
Dimana-mana hanya terlihat pepohonan dan gunung.

“Wuuuaaahhh, oppa, indah banget. Aku sangat suka tempat ini. Apa itu tempat kita menginap?”
Eun ri sangat mengagumi pemandangan disini.

“Iya, itu cottage kita. Bagaimana? Tidak menyesalkan dengan ajakkanku. Oia, amsih ada yang ingin aku tunjukkan padamu nanti. Lebih baik kita masuk dulu dan taruh barang-barang dulu.”

“Ne oppa.”

Kami segera masuk dan membereskan barang-barang kami.
Ada dua buah tempat tidur disini.
Pas untuk ku dan eun ri.

Aku melihat eun ri telah guling-gulingan di atas tempat tidur seperti anak kecil saja.
Aku Cuma bisa senyum-senyum melihat tingkahnya.
Tapi, wajahnya sedikit pucat.
“Eun ri ah, gwenchana yo? Mukamu agak pucat begitu.”
“Gwenchana oppa. Tenang aja. Hehehe… Oppa, ayo kita bermain diluar.”
Eun ri bilang ia tidak apa-apa, dan memang tingkahnya juga seperti itu.
Mudah-mudahan memang benar tidak apa-apa.

Aku mengajak eun ri berkeliling bersepeda.
Kami menyewa sepeda dari tempat penyewaan yang ada di sekitar cottage kami.

“Oppa, senang sekali rasanya bisa ada disini. Daebak… “
“Ne, aku tidak sengaja menemukan tempat ini waktu aku berpergian saat kita break kemarin. Aku berniat mengajakmu, eh malah aku mendengar kejadian itu menimpamu. Mianhae eun ri ah. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi.”
Aku benar-benar merasa bersalah dan menyesal kalau mengingat kejadian itu.


“Gwenchana oppa. Itu udah berlalu. Walau pun aku tidak ada nanti, aku tetap selalu ada dihatimu ko. Hehehe… aku kan no.1 di hatimu.”
Eun ri mengucapkan kata-kata yang seakan-akan ia akan pergi jauh.
Aku agak merasa gusar.
“Ah, kau ini. Kau tidak akan pernah pergi dari sisiku. Kau memang no.1 di hatiku.”

Setelah cape bersepeda kamipun kembali ke cottage, dan mandi sore.
Yup, nanti malam niatnya ku akan barbeque an dengan eun ri.
Aku membawa bahan-bahannya.

“Oppa, aku bantu kau ya untuk menyiapkan bahan-bahan barbeque nya.”
Eun ri menawarkan diri setelah ia selesai mandi.
“memang nya kau bisa? Aku takut keracunan nanti. Ahahhaa…” candaku, muka eun ri langsung cemberu.
“Oppa, aku bisa kalau hanya melakukan ini saja. Huh…” eun ri masih cemberut.
“Hahaha… Aku hanya bercanda ko. Jangan marah ya sayang. Ayo kita siapkan bahan-bahannya sama-sama.” Ucapku agar eun ri tidak cemberut lagi, dan akupun mencium keningnya.
“Hehehe… Oppa, aku jadi malu.”
Kulihat wajah eun ri memerah.
Manisnya wajah pemalunya itu. Aku semakin tidak ingin melepaskannya dari sisiku.

Malam itu sangat menyenangkan bagiku dan eun ri. Pemandangannya sangat indah.

“ Eun ri ah, bisa kau pejamkan matamu sebentar?” aku memintanya untuk memejamkan mata.
Aku ingin memberikan kejutan untuknya.

“ Waeyo oppa?”
“Aish, sudah pejamkan saja matamu sebentar.”
“Nde oppa.”

Aku segera mengeluarkan sebuah kalung untuknya. Dan ku pakainkan kalung itu ke lehernya.

“ Bukalah matamu sekarang.”
“Wuah, oppa, cantik sekali kalung ini.”
“ Kau menyukainya?”
“Nde oppa.”

Mata eun ri berbinar-binar memandang kalung itu. Aku benar-benar bahagia melihat ha itu.
Aku mendesain khusus kalung itu untuknya. Dan aku juga memiliki pasangan dari bandul kalung itu.

“ Lihat, ini pasangan dari bandul itu. Anggap saja kalung ini sebagai tanda bahwa kau milikku dan aku milikmu. Suatu saat nanti aku akan menggantinya dengan sebuah cincin yang akan mengikat kita untuk selamanyaa.”

Aku melhat air mata mulai jatuh ke pipi eun ri.
“ Ya, kau baik-baik saja? Kau sakit lagi?” aku sanga panic. Apa dia sakit lagi?

“Anio oppa. Aku baik-baik saja. Aku sangat bahagia oppa dengan pernyataanmu itu. Gomawoyo.”

“ Ah, aku kira kau sakit lagi.” Dengan segera aku memeluk dirinya. Aku cium lembut bibirna. Terasa kengahatan tubuhnya di badanku ini.
Aku benar-benar menyayanginya.

“ Eun ri ah, saranghae.”

“Nado saranghae oppa.”

Kami melewati liburan kami dengan sangat bahagia, dan sekarang sudah waktunya kami mengakhiri liburan ini. Aku tidak ingin ini semua berakhir.

Aku putuskan, pulang nanti aku akan segera mencari kerja sampingan, agar aku bisa dengan segera membeli cincin untuk eun rid an melamarnya.

-  Stasiun –

“ Oppa, aku turun disini saja ya. Kebetulan aku ingin bertemu denan ri rin dan yuri. Kami janjian ketemu di kafe seberang sana.”

“ Kau tidak langsug pulang? Nanti kau capek. Aku juga ikut ya.”
Aku tidak habis pikir, kenapa dia menerima permintaan teman-temannya untuk brtemu, padahal kan dia baru pulang.

“ Ani oppa. Aku tidak capek ko. Oppa pulang saja ya. Aku juga tidak akan lama. Mereka akan ikut ke rumahku.”

“ Ah, ne. kau jaga diri ya. Aku pulang dulu.”
Aku terpaksa mengalah padanya.

“ Oppa..” panggil eun ri saat aku akan mengenakan helm ku.

“ Ne?”

Aku merasakan sentuhan dibibirku. Eun ri mencium ku. Ini sangat aneh, eun ri tidak pernah melakukan hal ini didepan umum, dan tidak akan mau.

“ Gomawo yo oppa. Saranghae, yongwonhi saranhae!”
“ Nado saranghae, yongwonhi.” Kataku.
Dengan senyumannya dia mengantarkan kepergianku.

 Apartemen Kyuhyun –

“ Ya! Kau! Namja babbo! Dari mana saja kau?!!? Kenapa kau matikan HP mu?” teriak seseorang.
Ah, itu donghae. Tapi kenapa dia tampak marah kepadaku?

“ Ah, kau donghae. Kemana katamu? Aku kan pergi liburan. Aku kan sudah bilang padamu. Lagian eun ri yang memintaku mematikan HP agar tidak ada yang mengganggu.”

“ Mwo? Eun ri? Ga mungkin! Kau pergi dengan siapa?!?” Donghae masih menanyaiku dengan nada marah. Apa dia itu bodoh? Sudah pasti dengan eun ri. Aku kan pernah cerita.

“ Kau kenapa sih marah- marah seperti itu? Udah pastikan kan aku pergi dengan eun ri. Kau lupa ya?”
                                    
Aku melihat tubuh donghae bergetar, dia seperti menahan tangis.
                                        
“ Eun ri? Kau pasti bohongkan? Eun ri… Dia… dia… “

***

Hari ini aku kembali kesini, ketempat kau berada.
Ya, ini rumah eun ri sekarang.
Mungkin hanya sebuah gundukan tanah dimata orang, tapi bagi eun ri, ini rumah barunya.

Sudah satu tahun lalu ia berada disini.
Aku sangat shock dengan semuanya, benar-benar tidak percaya.

 FLASHBACK –

Setibanya aku di apartemen aku mendengar donghae marah-marah padaku. Aku sungguh tidak mengerti. Dia kan tahu aku pergi dengan eun ri.

“ Kau kenapa sih marah- marah seperti itu? Udah pastikan kan aku pergi dengan eun ri. Kau lupa ya?”
                                    
Aku melihat tubuh donghae bergetar, dia seperti menahan tangis.
                                        
“ Eun ri? Kau pasti bohongkan? Eun ri… Dia… dia… “

“ Eun ri kenapa? Cepat katakana donghae! Ada apa dengan eun ri?”

“ Dia sudah tidak ada.” Tangis donghae pecah seketika.

“Mwo? Apa kau bialng? Kau pasti bohong kan? Sudah 4 hari ini eun ri bersamaku. Berlibur bersamaku!” aku tidak percaya dengan semua omongan donghae.

“ Kyuhyun ah, saat eun ri menuju stasiun, panyakitnya kambuh. Dia segera dilarikan ke rumah sakit. Tapi…”

“Kau, kau bohong lee donghae ah. Kau membohongiku!” dengan segera aku berlari dan meninggalkan tasku dan donghae di depan apartemenku.

Aku segera menuju ke rumah eun ri.

Aku melihat beberapa orang keluar dari rumahnya. Ada sahabt-sahabat eun ri juga.
Bukankah mereka janjian di kafe depan stasiun?
Aku segera berlari masuk tanpa memperdulikan semua orang memandangku.

“ Dimana eun ri? Dimana dia?” teriakku kepada yuri yang berada didalam.

“Kyuhyun, tenanglah. Aku tahu kau sangat terpukul. Tapi tenanglah.”

Kulihat orang tua sedang menangis.

“ Bukankah kalian berdua sedang berada di kafe bersama eun ri? Dimana dia?” aku semakin kehilangan control emosiku.

“ Kyuhyun ah, terimalah semuanya. Walau ini sangat menyakiti hatimu dan hati kami.” Siwon hyung mncoba menenangkanku.

 Aku melihat sebuah bunga di letakkan didepan foto eun ri.

“ Enggak mungkin, enggak mungkin. Kemarin dia bersamaku. Berlibur denganku. Ini pasti ilusi.”

“Kyuhyun ah, eun ri menghembuskan nafasnya 3 hari yang lalu. Dan kami sangat panic saat tidak bisa menghubungimu.” Siwon hyung menjelaskan semua yang terjadi padaku dengan suara parau.

“ Semua pasti bohong!”

“ Kyuhyun ah, ini untuk mu. Ini dari eun ri. Ia selalu menggenggam ini saat dirumah sakit, dan memintaku untuk memberikan ini kepadamu.” Ri rin memberikan sesuatu kepadaku sambil menangis.

Ini…. Ini… kalung yang kuberikan kepadanya saat liburan bersama.
Bgaimana mungkin?

Aku tidak kuat lagu, aku menangis sekncang mungkin disitu. Seharusnya aku menyadari ada yang aneh dengan eun ri.
Aku menyesal.

“ Eun… Eun ri ah… please don’t leave me. Please…!”

 FLASBACK END –

Aku selalu kesini, mengunjunginya selama setahun ini. Kembali mengenang eun ri yang selalu hidup dihatiku.
Dengan sangat menyesal, aku pernah menyakitinya.
Yang bisa kulakukan sekarang aku hanya melihat tempat peristirahatan terakhirnya.
Mengenang kenangan kami berdua, dan membaca pesan terakhirnya untkku didalam buku diarynya.

Oppa, mianhae, jeongmal mianha kalu selama ini aku berbohong kepadamu.
Aku tidak ingin membuatmu khawatir dengan penyakitku ini.
Sepertinya aku akan meninggalkanmu.
Sebelum itu terjadi, aku akan membuatmu merasa aku ini terbaik bagimu.
Aku sangat menyayangimu oppa, melebihi apapun.
Oppa, gomawo, kau selalu ada disisiku saat aku memerlukanmu.
Kau menganggapku berarti walau orang tuaku menganggapku seperti angin.
Oppa, gomawo untuk semua kebahagian yang kau berikan kepadamu.

Oppa, jangan pernah menangis karena ku tidak disisimu.
Akau harap kau bahagia selalu oppa, walau tanpakuku disisimu.
Tapi aku akan selalu ada dihatimu oppa.

Oppa, jeongmal gomawo.
Saranghae oppa.

Eun ri, yongwonhi saranghae! Kau akan selalu dihatiku.

0 comments:

Post a Comment

 

~ Kiri's Life ~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea